Selasa, 17 Agustus 2021

Situs Kebudayaan Kebumen,Jawa Tengah

 

Ada beberapa situs budaya Kebumen  yang masuk dalam kawasan Geopark Karangsambung, salah satu nya adalah tari Cepetan 


CEPETAN




 (Gambar 1 : Tari Cepetan. kebumenmaen.com 2019).


A. Pengertian Tari Cepetan

        Tari Cepetan Alas merupakan salah satu tarian tradisional di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tarian ini sangat unik karena menampilkan sendratari dengan seluruh pemainnya dengan menggunakan topeng karakter. Selain itu, tarian ini juga diisi dengan adegan kesurupan serta atraksi-atraksi ekstrem.

        Cepetan Alas berasal dari kata cepet dan alas. Kata cepet dalam bahasa Jawa berarti salah satu jenis makhluk halus di Jawa. Dan kata alas berarti hutan (pesona-indonesia.info)


B. Sejarah Kemunculan Tari Cepetan

        Ada beberapa pendapat mengenai asal usul seni Cepetan. Pendapat pertama dikemukakan oleh Ravie Ananda. Dalam artikelnya, Ravie mengatakan bahwa seni Cepetan bermula di tahun 40-an berkembang di wilayah Karanggayam dan berkaitan dengan sebuah peristiwa pembukaan hutan yang bernama Curug Bandung yang angker sehingga menimbulkan kemarahan berbagai mahluk gaib baik itu cepet, brekasakan, banaspati, raksasa dan lain-lain. Setelah sesepuh desa dan warga masyarakat melakukan laku prihatin mereka dapat mengatasi gangguan mahluk-mahluk jahat tersebut sehingga hutan tersebut dapat ditinggali oleh warga dan menghasilkan kemakmuran dan ketentraman. 

        Sementara pendapat berbeda dikemukakan Pekik Sat Siswonirmolo selaku penggiat seni Cepetan dan Ketua  1 Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kebumen. Dalam wawancara kebudayaan yang penulis lakukan tanggal 23 Oktober 2014 diperoleh keterangan bahwa Cepetan berkembang di wilayah utara Kebumen khususnya Karanggayam sejak Abad XIX di kawasan onderneming (perkebunan luas yang dikuasai Hindia Belanda). Sebagai bentuk perlawanan non fisik, rakyat di Karanggayam membuat topeng terbuat dari kayu pule yang mudah dibentuk. Topeng tersebut dibentuk menjadi sosok yang menakutkan dengan disertai ijug sebagai rambut. Mulanya topeng-topeng tersebut dipergunakan untuk menakut-nakuti pemilik onderneming sehingga mereka tidak kerasan berada di sana dan menyebutnya sebagai wilayah angker. Diharapkan dengan rasa takut tersebut mereka meninggalkan wilayah onderneming tersebut (lihat: )[7]. Pembuatan topeng sendiri bukan sekedar mengukir namun melibatkan ritual tertentu dan jenis kayu tertentu di wilayah tertentu yang diyakini memiliki kekuatan magis.

       Menurut Bapak Pekik, peristiwa pembukaan hutan yang kerap dihubungkan dengan kemunculan seni Cepetan hanyalah sisipan pada era selanjutnya demi untuk memenuhi alur dan latar belakang sebuah tarian yang dipentaskan. Sejak awalnya, Cepetan sendiri tidak ada hubungannya dengan pembukaan hutan melainkan bentuk perlawanan non fisik masyarakat untuk menakut-nakuti pegawai onderneming (historyandlegacy-kebumen.blogspot.com, 2014)

        Keberadaan kesenian Cepetan sekarang sudah jarang yang mengembangkan. Pada masa dulu, kesenian cepetan hanya tampil pada waktu peringatan HUT RI, akan tetapi sekarang kesenian cepetan dapat tampil setiap saat jika ada yang menghendaki. Bahkan sudah dapat tampil pada acara keluarga sebagai hiburan (Tanggapan) (sriharini.gurusiana.id)

       Salah satu pelestari kesenian tradisional cepetan yaitu paguyuban “Cinta Karya Budaya” di desa Karanggayam, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen yang merupakan paguyuban turun-temurun sejak pertama kali kesenian cepetan diciptakan oleh Lamijan pada tahun 1943 dan juga sekaligus pendiri paguyuban kesenian cepetan yang bernama Cinta Karya Budaya (digilib.uns.ac.id)

Minggu, 15 Agustus 2021

Peninggalan Sejarah di SMP N 1 KEBUMEN

 

Tempat bersejarah yang ada di SMP N 1 KEBUMEN

  SMP 1 Kebumen memiliki beberapa peninggalan sejarah,yaitu : 

   

1.   Patung Ganesha

    
          Patung Ganesha yang ada di SMP N 1 Kebumen merupakan salah satu benda cagar budaya (BCB) berupa arca (patung) yang sudah terdaftar di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

         Sebagai benda yang telah terdaftar di BPCB Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Kebumen memasang plang di depan sekolah tersebut. Plang dipasang agar benda-benda yang berpotensi menjadi cagar budaya dapat dijaga dengan baik .Pada plang tertulis, Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen Benda Cagar Budata Patung Ganesha SMP N 1 Kebumen. Berdasarkan UU RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya; Setiap orang dilarang merusak Cagar Budaya, baik seluruh maupun bagian-bagian,dari kesatuan, kelompok dan atau dari letak asal. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenakan pidana penjara dan atau denda.      

       Dulu dua patung tersebut terdapat di pagar SMP Negeri 1 Kebumen. Saat dipugar, dua Patung Ganesha diamankan. Namun yang satu rusak dimakan usia. Karena ada rencana dipasang kembali, maka pihak sekolah memesan patung replika dengan ukuran yang sama.

      

2.   Tiga Bangunan Bersejarah di SMP N 1 Kebumen

         Tiga bangunan bersejarah di SMP N  Kebumen merupakan salah satu peninggalan bersejarah pada masa kemerdekaan Indonesia. Bangunan tersebut sudah ada sejak berdirinya SMP Negeri 1 Kebumen pada tanggal  1 Februari 1946. Dan berdasarkan fakta tersebut, SMP Negeri 1 Kebumen menyandang gelar sebagai SMP tertua di Kabupaten Kebumen, serta menempati urutan ke-13 sekolah tertua yang ada di Indonesia.

       Pada masa kemerdekaan Indonesia bangunan tersebut dulunya mengalami beberapa peristiwa, salah satunya yaitu peristiwa kebakaran yang merusak beberapa bagian bangunan. Sehingga sedikit direnovasi. Hingga kini bangunan tersebut dikenal sebagai bangunan bersejarah di SMP N 1 Kebumen.

         Ternyata SMP N 1 Kebumen memiliki peninggalan sejarah yang unik dan harus di jaga,sehingga penting bagi generasi muda saat ini untuk mengembangkan dan juga memahami peninggalan sejarah yang ada khususnya kebumen.

         Mari Lestarikan Sejarah dan Kebudayaan Kebumen!





 

Jumat, 13 Agustus 2021

Sejarah Kebumen Jawa Tengah

                   Berdirinya Kabupaten Kebumen memiliki sejarah tersendiri.Berdasarkan Perda Kab. Kebumen nomor 1 tahun 1990 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Kebumen dan beberapa sumber lainnya dapat diketahui latar belakang berdirinya Kabupaten Kebumen antara lain ada beberapa versi sebagai berikut.

  

  1. Versi I

 Versi Pertama asal mula lahirnya Kebumen dilacak dari berdirinya Panjer . Menurut sejarahnya menurut sejarahnya, Panjer berasal dari tokoh yang bernama Ki Bagus Bodronolo.Pada waktu Sultan Agung menyerbu ke Batavia ia membantu menjadi prajurit menjadi pengawal pangan dan kemudian diangkat menjadi senopati. Ketika Panjer dijadikan menjadi kabupaten dengan bupatinya Ki Suwarno(dari Mataram), Ki Bodronolo diangkat menjadi Ki Gede di Panjer Lembah (Panjer Roma ) dengan gelar Ki Gede Panjer Roma I, Pengangakatan tersebut berkat jasanya menangkal serangan Belanda yang akan mendarat di Pantai Petanahan sedangkan anaknya Ki Kertosuto sebagai patihnya Bupati Suwarno.Demang Panjer Gunung, Adiknya Ki Hastrosuto membantu ayahnya di Panjer Roma, kemudian menyerahkan jabatannya kepada Ki Hastrosuto dan bergelar Ki Panjer Roma II. Tokoh ini sangat berjasa karena memberi tanah kepada Pangeran Bumidirja. yang terletak di utara Kelokan sungai Lukulo dan kemudian dijadikan padepokan yang amat terkenal. Kedatangan Kyai P Bumidirja menyebabkan kekhawatiran dan prasangka, maka dari itu beliau menyingkir ke desa Lundong sedang Ki panjer Roma II bersama Tumenggung Wongsonegoro Panjer gunung menghindar dari kejaran pihak Mataram. Sedangkan Ki Kertowongso dipaksa untuk taat kepada Mataram dan diserahi Penguasa dua Panjer, sebagai Ki Gede Panjer III yang kemudian bergelar Tumenggung Kolopaking I (karena berjasa memberi kelapa aking pada Sunan Amangkurat I). dari Veri I dapat disimpulkan bahwa lahirnya Kebumen mulai dari Panjer yaitu tanggal 26 Juni 1677.

 

b.      Versi II

Sejarah Kabupaten Kebumen dimulai sejak Tumenggung Arung Binang I yang masa mudanya bernama JAKA SANGKRIP yang berdarah Mataram dan dititipkan kepada pamannya Demang Kutawinangun. Setelah dewasa lalu mencari ayahnya ke keraton Mataram dan setelah membuktikan keturunan Raja maka ia diangkat menjadi Mantri Gladag, kemudian sampai Bupati Nayaka dengan Gelar Hanggawangsa. setelah diambil menantu oleh Patih Surakarta kemudian diangkat menjadi Tumenggung Arung Binang I sampai dengan keturunannya yang Ke III sedangkan Arung Binang IV sampai ke VIII secara resmi menjadi Bupati Kebumen.

 

c.       Versi III

Asal mula nama Kebumen adalah adanya tokoh KYAI. PANGERAN BUMIDIRJA. Beliau adalah bangsawan ulama dari Mataram, adik Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Ia dikenal sebagai penasihat raja, yang berani menyampaikan apa yang benar itu benar dan apa yang salah itu salah. Kyai P Bumidirjo sering memperingatkan raja bila sudah melanggar batas-batas keadilan dan kebenaran. Ia berpegang pada prinsip : agar raja adil dan bijaksana. Disamping itu juga ia sangat kasih dan sayang kepada rakyat kecil. Kyai P Bumidirjo memberanikan diri memperingatkan keponakannya, yaitu Sunan Amangkurat I. Karena sunan ini sudah melanggar paugeran keadilan dan bertindak keras dan kejam. Bahkan berkompromi dengan VOC (Belanda) dan memusuhi bangsawan ,ulama dan rakyatnya. Peringatan tersebut membuat kemarahan Sunan Amangkurat I dan direncanakan akan dibunuh, Karena menghalangi hukum qishos terhadap Kyai P Pekik dan keluarganya (mertuanya sendiri).

Untuk menghadapi hal itu, Kyai P Bumidirjo lebih baik pergi meloloskan diri dari kungkungan sunan Amangkurat I. Dalam perjalanan ia tidak memakai nama bangsawan , namun memakai nama Kyai Bumi saja. 

Kyai P Bumidirjo sampai ke Panjer dan mendapat hadiah tanah di sebelah utara kelok sungai Lukulo , pada tahun 1670. Pada tahun itu juga dibangun padepokan/pondok yang kemudian dikenal dengan nama daerah Ki bumi atau Ki-Bumi-An, menjadi KEBUMEN. 

Oleh karena itu bila lahirnya Kebumen diambil dari segi nama, maka versi Kyai Bumidirjo yang dapat dipakai dan mengingat latar belakang peristiwanya tanggal 26 Juni 1677 (kebumen.kab.go.id, 2012)

 

 

Situs Kebudayaan Kebumen,Jawa Tengah

  Ada beberapa situs budaya Kebumen  yang masuk dalam kawasan Geopark Karangsambung, salah satu nya adalah tari Cepetan  CEPETAN  (Gambar 1 ...